JIL dan JIN

JIL dan JIN | Dulu JIL, sekarang JIN | Jaringan Islam Liberal dan Jaringan Islam Nusantara | Apa mungkin nanti akan menjadi JIN dan JUN?
Menyimak polemik JIN, sebenarnya kami admin enggan terlibat. Berdebat tentang JIN tak akan ada ujungnya. Sebab para pelopor JIN sama seperti pelopor JIL. Para lulusan islamologi yang mendapatkan pendidikan Islam dari para orientalis. Jelaslah keblinger. Mereka belajar mengenai Islam dari orang-orang yang bukan beragama Islam di Barat sana.
Islam itu sebenarnya mudah, universal dan sudah sempurna. Tetapi orang-orang macam dedengkot JIL dan JIN itulah yang merumit-rumitkannya.
Entah apa maksudnya gagasan Islam Nusantara tersebut. Jokowi pun menyetujuinya. Jokowers dan para 'kecebong' pun latah mendukungnya. Mereka mengatakan Islam Nusantara untuk mencegah adanya Arabisasi. Lalu Arabisasi manakah yang mereka maksudkan? Apakah arabisasi itu semisal masjid yang berkubah dan punya menara yang menjulang tinggi? Sehingga masjid dalam corak Islam Nusantara seharusnya dibangun dengan desain minimalis dan berdinding geribik bambu?
Apakah bila ada suara lantang menyerukan tegaknya syariat Islam berdasarkan Qur'an - Hadits dianggap arabisasi? Sehingga seharusnya Syariat Islam berdasarkan corak sinkretisme agama di Nusantara?
Bagi Anda para sahabat, bila punya waktu senggang, ini ada ulasan menarik tentang JIN. Sekitar 4 menit yang Anda luangkan untuk menuntaskannya dengan membaca lambat.
| Sumber Agama Islam itu Alquran dan Hadis, bukan Nusantara | Ahad, 21/06/2015 | Suara-Islam |
>> http://suara-islam.com/…/Sumber-Agama-Islam-itu-Alquran-dan… <<
Mobile: >> http://m.suara-islam.com/…/Sumber-Agama-Islam-itu-Alquran-d… <<
Kalau "Islam Nusantara" itu Islam di Nusantara, maka tepat. Kalau "Islam Nusantara" itu Islam yang bercorak budaya Nusantara, dengan catatan selama budaya Nusantara itu tidak bertentangan dengan Islam, maka itu juga tepat. Namun kalau "Islam Nusantara" itu Islam yang bersumber dari apa yang ada di Nusantara, maka itu tidak tepat. Sebab sumber agama Islam itu Alquran dan Hadis. Apa yang datang dari Nabi Muhammad itu ada dua hal yaitu agama dan budaya.Yang wajib kita ikuti adalah agama, akidah dan ibadah. Itu wajib, tidak bisa ditawar lagi. Tapi kalau budaya, kita boleh ikuti dan boleh juga tidak diikuti. Contoh budaya: Nabi pakai sorban, naik unta, dan makan roti.
-----
Ini adalah pendapat dari seorang aktivis Jaringan Islam Liberal mengenai gagasan Islam Nusantara.
| @sahaL_AS: ‘Islam Nusantara itu untuk melindungi Islam dari Arabisasi’ | May 28th, 2015 |
>> http://pekanews.com/…/sahal_as-islam-nusantara-itu-untuk-m…/ <<
-----
Seperti biasa, kami harapkan kepada anda para jokower yang bukan muslim sebaiknya tidak usah komentar tentang polemik gagasan Islam Nusantara. Sebab bahasan ini di luar otoritas agama dan keyakinan yang anda anut.
Sudahlah Jokowi dan anda para dedengkot JIL. Tidak perlu membuat gaduh dengan bermacam misi terselubung untuk mengaburkan nilai-nilai Islam. Sungguh Islam itu hanya satu. Ya, Islam!
Untuk anda para dedengkot jaringan media Kompas, tidak usahlah lagi menggiring opini tentang polemik Islam Nusantara vs Islam Sebenarnya. Lebih baik lurus-luruskan saja barisan kalian.

0 Response to "JIL dan JIN"

Posting Komentar